Bukit Banyon Trenggalek
Goa
Lowo adalah salah satu destinasi wisata yang amat terkenal di Kabupaten
Trenggalek. Lokasinya berada di desa Watu Agung, Kecamatan Watulimo dan
berjarak kurang lebih 30 KM dari pusat kota Trenggalek. Goa Lowo memiliki
panjang sekitar 2 KM yang membuatnya dinobatkan sebagai goa terpanjang se-Asia
Tenggara. Tempat ini dinamakan Goa Lowo karena merupakan sarang dari kelelawar
yang biasanya keluar menjelang sore hari untuk mencari makan dan akan kembali
pada pagi hari untuk beristirahat. Kalian bakal menemukan tumpukan kotoran
kelelawar yang menimbulkan bau yang sangat menyengat sehingga pengunjung
diharapkan tidak mendekatinya. Namun, meski begitu kalian bakal dimanjakan dengan gugusan stalagmit atau batu-batu kapur yang
menjulang tinggi di lantai dan langit-langit goa. Bebatuan ini terbentuk karena
adanya erosi dan sedimentasi yang disebabkan oleh air selama berabad-abad.
Selain itu, di dalam Goa Lowo juga terdapat sungai bawah air yang mengalir di
bawah stalagmit sehingga membuat
tempatnya agak lembab.
Obyek
wisata Goa Lowo buka setiap hari mulai dari jam 07:00-16:00. Tarif masuknya juga cukup murah yaitu sekitar
10.000/orang. Kalian gak perlu khawatir kesulitan untuk masuk ke dalamnya
karena pihak pengelola telah menyediakan tangga dan jalan setapak untuk
memudahkan kita menelusuri keindahan Goa Lowo. Panjangnya sekitar 850 m dari
mulut goa dan dilengkapi dengan lampu jalan untuk menerangi sekelilingnya.
Sebenarnya, masih ada bagian dalam goa yang belum bisa dikunjungi oleh
wisatawan. Alasannya karena alirang sungai yang ada cukup deras dan
dikhawatirkan dapat membahayakan pengunjung. Selain itu, akan menyulitkan
evakuasi jika sewaktu-waktu terjadi bencana alam karena tertutup dengan
reruntuhan batu yang jatuh. Meski begitu, tetap asyik dan menyenangkan untuk
dikunjungi.
Sejak
Goa Lowo dibuka untuk umum pada tahun 1984, banyak sekali wisatawan yang datang
untuk menikmati keindahan didalamnya. Wisatawan asing maupun lokal banyak yang
mengunjungi obyek wisata ini. Mereka terkesima dengan gugusan stalagmite dan stalagnite yang mengantung di atap goa. Gugusan batu kapur disertai
dengan adanya sarang kelelawar yang ada disana sering dijadikan sebagai study tour dari berbagai sekolah atau
kampus untuk belajar tentang alam. Kunjungan para turis juga berdampak positif
bagi perekonomian warga sekitar dengan banyaknya toko-toko yang menjual
aksesoris khas dari Goa Lowo seperti baju, manik-manik, gelang, dan aneka
jajanan khas Trenggalek. Saking terkenalnya, Goa Lowo juga dijadikan sebagai
salah satu lirik lagu Kutha
Trenggalek yang didalamnya berisi keindahan wisata yang ditawarkan oleh tempat
wisata ini.
Saat
ini, jalan menuju kawasan wisata Goa Lowo sudah beraspal dan cukup bagus. Kita
bisa menempuhnya menggunakan sepeda motor atau mobil. Anda juga melihat banyak
rombongan bus wisata yang hilir mudik membawa penumpang mengunjungi tempat ini.
Kontur jalannya agak menanjak namun tidak curam karena letaknya yang berada di
perbukitan. Pengunjung mesti berhati-hati dan memiliki konsentrasi penuh ketika
melewatinya karena banyak tinkungan dan belokan. Pohon-pohon besar seperti
cengkeh dan durian tumbuh di sekeliling jalan sehingga dapat memanjakan mata
biar gak mengantuk. Sesampainya disana, kita harus berjalan melewati jembatan
untuk sampai ke pintu masuk untuk membayar tiket. Barulah kita bisa masuk dan
menikmati keindahan panorama Goa Lowo. Dinding goa yang besar dan panjang
dengan aneka bentuk batuan kapur didalamnya membuat kita senang menelusuri Goa
Lowo Trenggalek.
Komentar
Posting Komentar